Selasa, 13 Oktober 2015

agama dan kebudayaan hindu-buddha





A.      Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di India
1.       Agama dan kebudayaan Hindu di India
Kebudayaan Hindu merupakan perpaduan antara kebudayaan bangsa Arya dan Asia Tengah yang telah memasuki  india (bangsa Dravida). Bangsa arya menciptakan sistem kepercayaan dan kemasyarakatan sesuai dengan tradisinya. Agama Hindu bersumber pada kitab Weda yang terdiri dari empat samhita atau himpunan, yaitu sebagai berikut:
a.       Regweda (samhita) berisi syair puji-pujian kepada tuhan
b.      Samaweda (samhita) berisi nyanyian-nyanyian pujian pada waktu melaksanakan upacara regweda.
c.       Yajurweda (samhita) berisi doa-doa yang diucapkan pada waktu upacara dengan diiringi pengajian regweda dan nyanyian samaweda.
d.      Atharweda (samhita) berisi tentang mantra-mantra untuk sihir atau ilmu gaib: mengusir penyakit, menghancurkan musuh, mengikat cinta.
Weda meliputi juga kitap brahmana dan kitap upanisad.yaitu sebagai berikut:
a.       Kitap Brahmana adalah kitap suci yang berisi cara sesajen atau upacara.
b.      Kitap upanisad berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup.
Berdasarkan pembagian tugas atau pekerjaannya, masyarakat hindu india dibadi menjadi beberapa kasta yang disebut camputwarna. Keempad kasta itu adalah sebagai berikut:
a.       Kasta Brahmana terdiri atas pembuka agama hindu. Mereka bertugas sebagai pembuka keagamaan.
b.      Kasta ksatria terdiri atas raja, dan keluarganya beserta bangsawa istana. Mereka yang berkewajiban menjalankan pemeritahan dan pertahanan negera.
c.       Kasta waisya terdiri atas pedagang, petani, dan peternak. Mereka bertugas sesuai keahlian masing-masing.
d.      Kasta Sudra terdiri atas orang-orang miskin dan buruh. Mereka bertugas mengerjakan setiap perintah yang di berikan oleh  ketiga kasta lain yang lebih tinggi tingkatan nya.
          2).  Agama dan kebudayaan Buddha di india
Agama Buddha lahir di lembah sungai gangga (kepilawastu). Agama Buddha tumbuh dan  berkembang  sebagai reaksi terhadap dominasi kasta Brahmana di dalam kegiatan keagamaan agama hindu. Agama Buddha dipelopori oleh sidharta Gautama yang mendapat sebutan beberapa nama, seperti berikut.
a.       Buddha, artinya orang yang telah mencapai kenyataan bodhi (wahyu) atau orang yang telah mempelopori penerangan (kesadaran).
b.      Pathagatha, artinya orang yang mencapai kenyataan.
c.       Jina, artinya orang yang telah mencapai kemenangan.
d.      Sakyamuni, artinya orang yang lebih bijaksana dari sakya Gautama.

Pokok –pokok ajaran dalam agama Buddha tertuang dalam kitap tripitaka yang berarti tiga keranjang  menggunakan bahasa pali. Tiga keranjang yang di maksud adalah sebagai berikut:
*      Winayapitaka berisi peraturan tentang hukum agama Buddha yang berlaku bagi para pemeluknya.
*      Sutrantapikata berisi wejangan-wejangan Sang Buddha.
*      Adhidarmapitakan berisi keterangan dan penjelasan tentang soal-soal keagamaan.
Para pemeluk agama Buddha harus berikrar yang disebut trisarana (tiga tempat berlindung ) ikrar tersebut berbunyi sebagai burikut:
*      saya berlindung kepada Buddha
*      saya berlindung kepada dharma
*      saya berlindung kepada sangga.
Buddha adalah tokoh sejarah pendiri agama Buddha, dharma adalah ajaran Buddha, dan sanggha adalah masyarakat pemeluk agama Buddha.
Masyarakat pemeluk agama Buddha (sanggha) di bagi menjadi dua macam yaitu masyarakat sanggha yang tetap tinggal sebagai masyarakat biasa disebut upasaaka (laki-laki) dan upasika(perempuan) dan sanggha yang hidup dalam biara disebut biksu (pria)dan biksuni (wanita) . pada awal abad masehi agama Buddha terpecah menjadi dua aliran, yaitu sebagai berikut:
*      Buddha hinayana (kendaraan kecil)
    Aliran Buddha hinayana berpendapat bahwa tiap-tiap orang harus berusaha sendiri-sendiri untuk masuk nirwana tanpa pertolongan orang lain.
*      Buddha Mahayana (kendaraan besar)
  Aliran Buddha Mahayana berpendapat banwa sebaiknya manusia bersama-sama orang lain dan saling membantu mencapai nirwana.
B.      Proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan hindu-buddha ke Indonesia.





1.       Hipotensis tentang agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia
a.       Hipotensis kolonisasi
1).  Hipotesis brahmana
        Hipotesis ini dikemukakan oleh Van Leur. Hipotesis ini mengungkapkan bahwa perkembangan agama dan kebudayaan hindu ke Indonesia adalah golongan brahmana. Hipotesis ini dianggap memiliki landasan yang kuat,karena:
*      Kaum brahmana merupakan kelompuk sentral dalam agama hindu yang memegang kekuasaan agama. Mereka merupakan kelompok yang paling berhak untuk menyiarkan agama hindu.
*      Prasasti di Indonesia yang pertama berbahasa sangsekerta yang merupakan bahasa keagamaan. jadi, hanya kaum brahmana yang menguasainya.namun diindia ada larangan meninggalkan tanah air. jadi, apabila brahmana pergi memenuhi undangan abhiseka itu, maka iya harus keluar dari india. Hal ini lah menjadi kelemahan dari Hipotesis brahmana.
  2). Hipotesis ksatria
                Hipotesisn ini di dukung oleh Nehru dan Majumdar. Hipotesis ini menyatakan bahwa banyak kesatria mendirikan koloni di Indonesia maupun Asia tenggara.kekuatan Hipotesis ini terletak pada kenyataan bahwa semangat berpetualang pada saat itu umumnya dimiliki oleh para ksatria (keluarga kerajaan) sementara itu, kelemahan pada Hipotesis ini yang menekankan pada peran para ksatria india dalam proses masuknya kebudayaan ke Indonesia terletak pada hal-hal sebagai berikut:
*      Pada ksatria tidak menguasai bahasa sanskerta pada huruf pallawa .
*      Tidak ada bukti prsasti yang menggambarkan penaklukan kerjaan india terhadap Indonesia.
3). Hipotesis waisya  (golongan pedagang)
                Hipotesis ini dikemukakan oleh N.J.Krom maupun R.K.Mookerjee. para pedagang yang datang ke Indonesia setidaknya harus tinggal selama enam bulan untuk menantinya arah angin musim, sebab mereka menggunakan kapal layar. Mereka banyak yang menikah dengan penduduk asli. Pedagang ini lah yang dianggap membawa dan menyebarkan hinduisme di Indonesia. Tapi  Hipotesis ini memiliki kelemahan yaitu peta persebaran kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia yang lebih banyak pada pedalaman. Pernyataan ini tidak memiliki bukti yang kuat . hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut:
*      Untuk teori waisya tidak terbukti bahwa kerajaan awal di Indonesia yang bercorak Hindu-Buddhadi temukan di pesisir pantai, melainkan terletak di pedalaman.
*      Kritikan untuk teori ksatria, teernyata tidak ada prasasti yang menyatakan daerah atau kerjaan yang ada di Indonesia pernah di taklukan atau dikuasai oleh para ksatria dari india.
*      Bila ada perkawinan antara golongan ksatria dengan putri pribumi dari Indonesia, seharusnya ada keturunan dari mereka yang ditemukan di Indonesia.
*      Terdapat pembedaan pembangunan antara candi-candi yang dibangun di Indonesia dengan candi-candi yang di bangun di india.
*      Bahasa sangsekerta hanya dikuasai oleh para Brahmana, tetapi bahasa yang digunakan oleh masyarakat pada waktu itu adalah bahasa yang digunakan oleh kebanyakan orang india.

b).  Hipotesis arus balik
       F.D.K.Bosch menngemukakan Hipotesis arus balik. Menurut Hipotesis ini yang pertama kali datang ke Indonesia adalah mereka yang memiliki semangat untuk menyebarkan Hindu-Buddha, yaitu para intelektual yang ikut menumpang kapal-kapal dagang. Setelah tiba di Indonesia, mereka menyebarkan ajarannya. Karena pengaruhnya itu, ada diantara tokoh masyarakat yang tertarik untuk mengikuti ajarannya tersebut.pada perkembangan selanjutnya banyak orang Indonesia yang pergi ke india untuk berkunjung dan belajar agama Hindu-Buddha di india. Sekembalinya di Indonesia, merkelah yang mengajarkan kepada masyarakat Indonesia yang lain.
         2).  Jalur masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan hindu-Buddha ke Indonesia
a)      jalur laut
                  
   para penyebar agama dan kebudayaan Hindu-Buddha yang menggunakan jalur laut datang ke Indonesia mengikuti rombongan kapal-kapal dagang yang biasa beraktivitas pada jalur india-cina. Rute perjalanan para penyebar agama Hindu-Buddha tersebut adalah dari india menuju Myanmar, Thailand, semenanjung Malaya, kemudian ke nusantara. Di antara mereka yang langsung dari india menuju Indonesia dengan memanfaatkan bertiuupnya angin muson barat.
b)       Jalur darat
      Para penyebar agama dan budaya Hindu-Buddha yang menggunakan jalur darat mengikuti para pedagang melalui jalan sutera, yaitu dari india ke Tibet reus ke utara sampai dengan cina, korea, dan jepang. Ada juga yang melakukan perjalanan dari india utara menuju Bangladesh, Myanmar, Thailand, semenanjung Malaya kemudian berlayar menuju Indonesia.
c).  perkembangan Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
                kebudayaan Hindu-buddha yang masuk ke Indonesia tidak hanya asal diterima, sebab:
1.       Bangsa Indonesia sudah memiliki tngkat kebudayaan yang tinggi.
2.       Adanya sikap local genius, yaitu suatu kemampuan bangsa dalam menyaring unsur budaya asing yang disesuikan dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Alkulturasi adalah proses perpaduan dua kebudayaan kebudayaan atau lebih menghasilkan kebudayaan baru tanpa meninggalkan kebudayaan lama.
Perwujudan alkulturasi antar kebudayaan hindu-buddha dengan kebudayaan Indonesia antara lain sebagai berikut:
1.       Seni bangunan



Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha terhadap seni bangunan di Indonesia yang masih dapat dinikmati sekarang hanyalah yang terbuat dari batu dan bata. Contoh akulturasi
sebagai tempat pemujaan juga ada yang berfungsi sebagai makam (biasanya sebagai makam raja/ pembesar kerajaan).
* Bangunan candi di Indonesia yang bercorak Buddha, antara lain candi Borobudur,candi mendut, candi pawon, candi kalasan, candi sewu, candi sari, candi muara takus,
*      Bangunan candi di Indonesia yang bercorak hindu, antara lain candi prambanan, candi sambisari, candi ratu baka, candi gedong sanga, candi sukuh, candi dieng, candi jago, candi singasari, candi kidal, candi penataran, candi surawana, dan gapura banjar ratu.
2.       Seni rupa
Pada masa Hindu-Buddha, seni pahat berkembang pada bangunan  candi berupa pahatan relief candi. Selain relief, seni ukir yang berkembang pada candi adalah sulur-suluran, daun-daunan, dan berbagai teratai. Jenis ukiran teratai yang di gunakan digambarkan ddengan cara yang berbeda-beda warnanya, motif bunga teratai sering juga dipakai untuk mengisi bidang bujur sangkar, belah ketupat, dan dindinig candi.
3.       Seni sastra
Bahasa sangsekerta dan huruf pallawa memiliki pengaruh besar terhadap sastra Indonesia. Prasati di Indonesia pada umumnya menggunakan bahasa tersebut. Dalam kitap kuno di Indonesia buku cerita besar india yang mempengaruhi sastra di Indonesia yaitu:
a.       Kitap arjunawiwaha karangan empu kanwa cerita tentang arjuna betapa di indrakila.
b.      Smaradhahana karangan empu dharmaja menceritakan tentang kamajaya dan dewi ratih dari kayangan.
c.       Kitap bharatayudha karangan empu sedah dan panuluh menceritakan peperangan pandawa dan kurawa gubangan dari kitap mahabarata.
d.      Kitap sumanasantaka karangan empu managuna menceritakan bidadari harini yang terkena kutuk, dan menikah dengan seorang raja,dan melahirkan dasarata.
e.      Kitap gatutkacasraya karangan empu panuluh yang menceritakan tentang perkawinan abimanyu dengan siti sundari atas bantuan gatutkaca.
f.        Kitab hariwangsa karangan empu panuluh berisi cerita sama dengan kresnayana.
g.       Kitab kresnayana karangan empu triguna menceritakan perkawinan kresna dengan rukmini.
h.      Kitab arjuna wijaya karangan empu tnatular menceritakan rahwana yang harus tunduk kepada arjuna sasrabahu.
4.       Filsafat dan kepercayaan
Masuknya agama Hindu-Buddha menyebabkan terjadinya sinkretisme. Masuknya agama ini tidak serta merta menhilangkan unsure budaya lama yang telah berkembang di masyarakat Indonesia. Muncul juga filsafat Hindu jawa bahwa tempat  yang makin tinggi akan semakin suci sebab tempat tempat yang tinggi merupakan tempat bersemayam para dewa. Itulah sebabnya raja-raja jawa (Surakarta dan Yogyakarta) setelah meninggal dimakamkan di tempat-tempat yang tinggi, seperti giri bangun, giri layu (Surakarta), dan imogiri (Yogyakarta).
5.       Kalender
Masyarakat Indonesia telah mengenal astronomi sebulum datangnya pengaruh Hindu-Buddha. Pada waktu itu astronomi digunakan untuk kepentingan praktis. Misalnya dengan melihat letak rasi (kelompok) bintang tertentu dapat ditentukan arah mata angin pada waktu berlayar dan tahu kapan waktunyamereka harus melakukan aktivitas pertanian. Kebudayaan Hindu-Buddha yang masuk ke Indonesia telah memiliki perhitungn kalender yang disebut kalender saka dengan perhitungan 1 tahun saka terdiri dari 365 hari.menurut perhitungan tahun saka, selisih tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun.
6.       Pemerintahan
Sebelum agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia, kelompok-kelompok masyarakat yang disebut suku, dipimpin oleh kepala suku yang memiliki kelebihan dibandingkan warga lain (primus interpares). Namun setelah agama dan budaya Hindu-Buddha masuk ke Indonesia muncul pemeritahan yang dipegang oleh raja. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa didunia sehingga muncul kultus, yaitu dewa raja
7.       Pendidikan
Bukti-bukti yang menunjukan telah berkembangnya pendidikan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia antara lain:
*      Cacatan perjalanan I-Tsing,seorang pendeta yang berasal dari cina, menyebutkan bahwa sebelum dia sampai ke india terlebihdahulu singgah ke sriwijaya. Di sriwijaya I-Tsing melihat pendidikan agama Buddha berkembang pesat sehingga dia memutuskan menetap selama beberapa bulan di sriwijaya dan menerjemahkan salah satu kitap agama Buddha bersama pendeta Buddha yang ternama di sriwijaya, yaitu satyakkirti.
*      Prasati nalanda yang dibuat pada sekitar pertengahan abad ke-9 dan ditemukan di india. Pada prasati ini disebutkan bahwaraja balaputradewa dari suarnabhumi (sriwijaya)meminta pada raja dewapaladewa agar memberikan sebidang tanah untuk pembangunan asrama yang digunaka untuk tempat bagi para pelajar agama Buddha yang berasal dari sriwijaya.
*      Catatan I-Tsing menyebutkan bahwa pendeta Hui-Ning dari cin pernah berangkat ke Ho-Ling (salah satu kerajaan Buddha di jawa). Tujuannya adalah untuk bekerjasama dengan pendeta Ho-Ling yaitu jnanabhadra untuk menerjemahkan bagian terakhir kitab nirwanasutra.
*      Pada prasasti turun hyang, yaitu prasati yang dikeluarkan oleh raja airlanggamenyebutkan tentang pembuatan sriwijya asrama oleh raja airlangga.
*      Istilah suara yang digunakan oleh orang islam untuk menunjukan lembaga pendidikan islam tradisional minangkabau sebenarnya bersal dari pengruh Hindu-Buddha. Surau merupakan tempat yang digunakan sebagai tempat beribadah orang Hindu-Buddha pada masa raja adityawarman.
*      Perkembangan pendidikan agama Buddha tarlihat dalam prasasti nalanda yang dibangu atas peritah raja balaputradewa.prasati nalanda berisi tentang pembangunan asrama untuk para pelajar dan mahasiswa di kerajaan sriwijaya yang belajar di kerajaan benggala (india). Begitu pula penyebaran dan perkembangan agama Buddha di Indonesia dengan didatangkan guru besarnya seperti:dharmakirti, sakyakirti, dan dharmapala. Sakyakirti menulis buku undang-undang berjudul hastadandasasrta yang dialihbahasakan ke dalam bahasa cina oleh I-Tsing.