A.
Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di India
1.
Agama dan kebudayaan Hindu di India
Kebudayaan Hindu merupakan perpaduan antara
kebudayaan bangsa Arya dan Asia Tengah yang telah memasuki india (bangsa Dravida). Bangsa arya
menciptakan sistem kepercayaan dan kemasyarakatan sesuai dengan tradisinya.
Agama Hindu bersumber pada kitab Weda yang terdiri dari empat samhita atau
himpunan, yaitu sebagai berikut:
a.
Regweda (samhita) berisi syair puji-pujian
kepada tuhan
b.
Samaweda (samhita) berisi nyanyian-nyanyian
pujian pada waktu melaksanakan upacara regweda.
c.
Yajurweda (samhita) berisi doa-doa yang
diucapkan pada waktu upacara dengan diiringi pengajian regweda dan nyanyian
samaweda.
d.
Atharweda (samhita) berisi tentang mantra-mantra
untuk sihir atau ilmu gaib: mengusir penyakit, menghancurkan musuh, mengikat
cinta.
Weda meliputi juga kitap brahmana
dan kitap upanisad.yaitu sebagai berikut:
a.
Kitap Brahmana adalah kitap suci yang berisi
cara sesajen atau upacara.
b.
Kitap upanisad berisi ajaran ketuhanan dan makna
hidup.
Berdasarkan pembagian tugas atau
pekerjaannya, masyarakat hindu india dibadi menjadi beberapa kasta yang disebut
camputwarna. Keempad kasta itu adalah sebagai berikut:
a.
Kasta Brahmana terdiri atas pembuka agama hindu.
Mereka bertugas sebagai pembuka keagamaan.
b.
Kasta ksatria terdiri atas raja, dan keluarganya
beserta bangsawa istana. Mereka yang berkewajiban menjalankan pemeritahan dan
pertahanan negera.
c.
Kasta waisya terdiri atas pedagang, petani, dan
peternak. Mereka bertugas sesuai keahlian masing-masing.
d.
Kasta Sudra terdiri atas orang-orang miskin dan
buruh. Mereka bertugas mengerjakan setiap perintah yang di berikan oleh ketiga kasta lain yang lebih tinggi tingkatan
nya.
2). Agama dan kebudayaan Buddha di india
Agama Buddha
lahir di lembah sungai gangga (kepilawastu). Agama Buddha tumbuh dan berkembang
sebagai reaksi terhadap dominasi kasta Brahmana di dalam kegiatan
keagamaan agama hindu. Agama Buddha dipelopori oleh sidharta Gautama yang
mendapat sebutan beberapa nama, seperti berikut.
a.
Buddha, artinya orang yang telah mencapai
kenyataan bodhi (wahyu) atau orang yang telah mempelopori penerangan
(kesadaran).
b.
Pathagatha, artinya orang yang mencapai
kenyataan.
c.
Jina, artinya orang yang telah mencapai
kemenangan.
d.
Sakyamuni, artinya orang yang lebih bijaksana
dari sakya Gautama.
Pokok –pokok ajaran dalam agama
Buddha tertuang dalam kitap tripitaka yang berarti tiga keranjang menggunakan bahasa pali. Tiga keranjang yang
di maksud adalah sebagai berikut:
Para pemeluk agama Buddha harus
berikrar yang disebut trisarana (tiga tempat berlindung ) ikrar tersebut
berbunyi sebagai burikut:
Buddha adalah tokoh sejarah
pendiri agama Buddha, dharma adalah ajaran Buddha, dan sanggha adalah masyarakat
pemeluk agama Buddha.
Masyarakat pemeluk agama Buddha
(sanggha) di bagi menjadi dua macam yaitu masyarakat sanggha yang tetap tinggal
sebagai masyarakat biasa disebut upasaaka (laki-laki) dan upasika(perempuan)
dan sanggha yang hidup dalam biara disebut biksu (pria)dan biksuni (wanita) .
pada awal abad masehi agama Buddha terpecah menjadi dua aliran, yaitu sebagai
berikut:
Aliran Buddha hinayana
berpendapat bahwa tiap-tiap orang harus berusaha sendiri-sendiri untuk masuk nirwana
tanpa pertolongan orang lain.
Aliran Buddha Mahayana
berpendapat banwa sebaiknya manusia bersama-sama orang lain dan saling membantu
mencapai nirwana.
B.
Proses masuk dan berkembangnya agama dan
kebudayaan hindu-buddha ke Indonesia.
1.
Hipotensis tentang agama dan kebudayaan
Hindu-Buddha ke Indonesia
a.
Hipotensis kolonisasi
1). Hipotesis brahmana
Hipotesis
ini dikemukakan oleh Van Leur. Hipotesis ini mengungkapkan bahwa perkembangan
agama dan kebudayaan hindu ke Indonesia adalah golongan brahmana. Hipotesis ini
dianggap memiliki landasan yang kuat,karena:
2). Hipotesis ksatria
Hipotesisn
ini di dukung oleh Nehru dan Majumdar. Hipotesis ini menyatakan bahwa banyak
kesatria mendirikan koloni di Indonesia maupun Asia tenggara.kekuatan Hipotesis
ini terletak pada kenyataan bahwa semangat berpetualang pada saat itu umumnya dimiliki
oleh para ksatria (keluarga kerajaan) sementara itu, kelemahan pada Hipotesis
ini yang menekankan pada peran para ksatria india dalam proses masuknya kebudayaan
ke Indonesia terletak pada hal-hal sebagai berikut:
3). Hipotesis waisya (golongan pedagang)
Hipotesis
ini dikemukakan oleh N.J.Krom maupun R.K.Mookerjee. para pedagang yang datang
ke Indonesia setidaknya harus tinggal selama enam bulan untuk menantinya arah
angin musim, sebab mereka menggunakan kapal layar. Mereka banyak yang menikah dengan
penduduk asli. Pedagang ini lah yang dianggap membawa dan menyebarkan hinduisme
di Indonesia. Tapi Hipotesis ini
memiliki kelemahan yaitu peta persebaran kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di
Indonesia yang lebih banyak pada pedalaman. Pernyataan ini tidak memiliki bukti
yang kuat . hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut:
b). Hipotesis arus balik
F.D.K.Bosch menngemukakan Hipotesis arus
balik. Menurut Hipotesis ini yang pertama kali datang ke Indonesia adalah
mereka yang memiliki semangat untuk menyebarkan Hindu-Buddha, yaitu para
intelektual yang ikut menumpang kapal-kapal dagang. Setelah tiba di Indonesia,
mereka menyebarkan ajarannya. Karena pengaruhnya itu, ada diantara tokoh
masyarakat yang tertarik untuk mengikuti ajarannya tersebut.pada perkembangan
selanjutnya banyak orang Indonesia yang pergi ke india untuk berkunjung dan belajar
agama Hindu-Buddha di india. Sekembalinya di Indonesia, merkelah yang
mengajarkan kepada masyarakat Indonesia yang lain.
2). Jalur masuk dan berkembangnya agama dan
kebudayaan hindu-Buddha ke Indonesia
a)
jalur laut
para penyebar agama dan kebudayaan
Hindu-Buddha yang menggunakan jalur laut datang ke Indonesia mengikuti
rombongan kapal-kapal dagang yang biasa beraktivitas pada jalur india-cina. Rute
perjalanan para penyebar agama Hindu-Buddha tersebut adalah dari india menuju
Myanmar, Thailand, semenanjung Malaya, kemudian ke nusantara. Di antara mereka
yang langsung dari india menuju Indonesia dengan memanfaatkan bertiuupnya angin
muson barat.
b)
Jalur
darat
Para penyebar agama dan budaya
Hindu-Buddha yang menggunakan jalur darat mengikuti para pedagang melalui jalan
sutera, yaitu dari india ke Tibet reus ke utara sampai dengan cina, korea, dan
jepang. Ada juga yang melakukan perjalanan dari india utara menuju Bangladesh,
Myanmar, Thailand, semenanjung Malaya kemudian berlayar menuju Indonesia.
c). perkembangan
Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
kebudayaan
Hindu-buddha yang masuk ke Indonesia tidak hanya asal diterima, sebab:
1.
Bangsa Indonesia sudah memiliki tngkat
kebudayaan yang tinggi.
2.
Adanya sikap local genius, yaitu suatu kemampuan
bangsa dalam menyaring unsur budaya asing yang disesuikan dengan kepribadian bangsa
Indonesia.
Alkulturasi adalah proses
perpaduan dua kebudayaan kebudayaan atau lebih menghasilkan kebudayaan baru
tanpa meninggalkan kebudayaan lama.
Perwujudan alkulturasi antar
kebudayaan hindu-buddha dengan kebudayaan Indonesia antara lain sebagai
berikut:
1.
Seni bangunan
Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha
terhadap seni bangunan di Indonesia yang masih dapat dinikmati sekarang
hanyalah yang terbuat dari batu dan bata. Contoh akulturasi
sebagai tempat pemujaan juga ada
yang berfungsi sebagai makam (biasanya sebagai makam raja/ pembesar kerajaan).
2.
Seni rupa
Pada masa Hindu-Buddha, seni pahat berkembang pada bangunan candi berupa pahatan relief candi. Selain
relief, seni ukir yang berkembang pada candi adalah sulur-suluran, daun-daunan,
dan berbagai teratai. Jenis ukiran teratai yang di gunakan digambarkan ddengan
cara yang berbeda-beda warnanya, motif bunga teratai sering juga dipakai untuk
mengisi bidang bujur sangkar, belah ketupat, dan dindinig candi.
3.
Seni sastra
Bahasa sangsekerta dan huruf pallawa memiliki pengaruh besar terhadap
sastra Indonesia. Prasati di Indonesia pada umumnya menggunakan bahasa
tersebut. Dalam kitap kuno di Indonesia buku cerita besar india yang
mempengaruhi sastra di Indonesia yaitu:
a.
Kitap arjunawiwaha karangan empu kanwa cerita
tentang arjuna betapa di indrakila.
b.
Smaradhahana karangan empu dharmaja menceritakan
tentang kamajaya dan dewi ratih dari kayangan.
c.
Kitap bharatayudha karangan empu sedah dan
panuluh menceritakan peperangan pandawa dan kurawa gubangan dari kitap
mahabarata.
d.
Kitap sumanasantaka karangan empu managuna menceritakan
bidadari harini yang terkena kutuk, dan menikah dengan seorang raja,dan
melahirkan dasarata.
e.
Kitap gatutkacasraya karangan empu panuluh yang
menceritakan tentang perkawinan abimanyu dengan siti sundari atas bantuan
gatutkaca.
f.
Kitab hariwangsa karangan empu panuluh berisi
cerita sama dengan kresnayana.
g.
Kitab kresnayana karangan empu triguna
menceritakan perkawinan kresna dengan rukmini.
h.
Kitab arjuna wijaya karangan empu tnatular
menceritakan rahwana yang harus tunduk kepada arjuna sasrabahu.
4.
Filsafat dan kepercayaan
Masuknya agama Hindu-Buddha menyebabkan terjadinya sinkretisme. Masuknya
agama ini tidak serta merta menhilangkan unsure budaya lama yang telah
berkembang di masyarakat Indonesia. Muncul juga filsafat Hindu jawa bahwa
tempat yang makin tinggi akan semakin
suci sebab tempat tempat yang tinggi merupakan tempat bersemayam para dewa.
Itulah sebabnya raja-raja jawa (Surakarta dan Yogyakarta) setelah meninggal
dimakamkan di tempat-tempat yang tinggi, seperti giri bangun, giri layu
(Surakarta), dan imogiri (Yogyakarta).
5.
Kalender
Masyarakat Indonesia telah mengenal astronomi sebulum datangnya pengaruh
Hindu-Buddha. Pada waktu itu astronomi digunakan untuk kepentingan praktis.
Misalnya dengan melihat letak rasi (kelompok) bintang tertentu dapat ditentukan
arah mata angin pada waktu berlayar dan tahu kapan waktunyamereka harus
melakukan aktivitas pertanian. Kebudayaan Hindu-Buddha yang masuk ke Indonesia
telah memiliki perhitungn kalender yang disebut kalender saka dengan
perhitungan 1 tahun saka terdiri dari 365 hari.menurut perhitungan tahun saka,
selisih tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun.
6.
Pemerintahan
Sebelum agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia, kelompok-kelompok
masyarakat yang disebut suku, dipimpin oleh kepala suku yang memiliki kelebihan
dibandingkan warga lain (primus interpares). Namun setelah agama dan budaya
Hindu-Buddha masuk ke Indonesia muncul pemeritahan yang dipegang oleh raja.
Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa didunia sehingga muncul kultus, yaitu
dewa raja
7.
Pendidikan
Bukti-bukti yang menunjukan telah berkembangnya pendidikan pada masa
kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia antara lain:





Tidak ada komentar:
Posting Komentar